Kalimantan Barat Masuk 10 Besar Tingkat Literasi Digital Tertinggi Di Indonesia

0
139

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) baru-baru ini merilis Indeks Literasi Digital Indonesia 2021. Literasi digital merupakan minat baca secara digital, yang di mana masyarakat mencari bahan bacaan atau informasi yang bermanfaat melalui teknologi komputer dan internet seperti ponsel atau laptop.

Pengukuran indeks ini menggunakan empat pilar, yaitu kecakapan digital, etika digital, keamanan digital dan budaya digital. Secara nasional, indeks Literasi Digital Indonesia 2021 mendapatkan skor 3,49 atau pada level sedang.

Dari data yang dirilis Kominfo tersebut Provinsi Kalimantan Barat masuk dalam 10 besar tertinggi tingkat Literasi Digital tertinggi di Indonesia. Kalimantan Barat berada di peringkat ke 8 dengan skor 3,58, sementara peringkat pertama diduduki Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapat skor literasi digital tertinggi, yaitu 3,71.

Adapun 10 daerah dengan skor literasi tertinggi 2021 yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta dengan skor, Kepulauan Riau dengan skor 3,68, Kalimantan Timur dengan skor 3,62, Sumatera Barat dengan skor 3,61, Gorontalo dengan skor 3,61, Papua Barat dengan skor 3,61, Nusa Tenggara Timur dengan skor 3,60, Kalimantan Barat 3,58 dengan skor, Aceh dengan skor 3,57 dan Kalimantan Utara dengan skor 3,57.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Barat, Yuline Marhaeni, S.Sos, M.Si menyambut positif terhadap hasil Indeks Literasi Digital tersebut. Menurutnya, instansi yang dipimpinnya terus berupaya untuk meningkatkan budaya literasi ditengah-tengah masyarakat melalui program-program yang dilaksanakan. Untuk Literasi Digital sendiri, Perpustakaan Kalimantan Barat menyediakan Layanan Internet Gratis untuk pengunjung perpustakaan. Selain itu, disediakan juga komputer diruang pelayanan internet bagi pengunjung untuk mengakses internet. Layanan internet di Perpustakaan Kalimantan Barat juga telah menjadi inovasi dari DPK Kalbar dengan nama inovasi yaitu AKSI PEMUDA (Akses Internet Perpustakaan Mudah dan Cepat). Hal tersebut merupakan upaya dalam peningkatan layanan Teknologi, Informasi dan Komunikasi yang merupakan salah satu strategi dari Program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Yuline Marhaeni menambahkan bahwa selain layanan internet, DPK Kalbar juga telah memiliki perpustakaan digital yaitu ‘iKalbar’ yang dapat diakses melalui perangkat android dan dekstop. Pengguna iKalbar dapat mengakses ribuan ebook dimana saja dan kapan saja.

Tinggalkan Balasan

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini