DUTA Baca Kalimantan Barat 2017-2020 Resi Jesita(24), merupakan mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Jurnalistik Universitas Tanjungpura angkatan 2014. Di hari buku Nasional yang jatuh pada 17 Mei ini ia mengucapkan selamat kepada para penggiat literasi di seluruh Indonesia.

Baik itu penulis, penerbit, relawan baca dan semua pihak yang turut adil dalam gerakan literasi di Indonesia di Kalimantan Barat khususnya. Menurutnya peringatan hari Buku Nasional ini adalah momentum hari berdirinya Perpustakaan RI pada 17 Mei 1980.

“So harapannya, semoga peringatan hari ini bisa menjadi motivasi dan semangat banyak orang yang mungkin belum pernah atau jarang mengunjungi Perpustakaan untuk memulai, dan para penggiat bisa terus mengupgrade perpustakaan (milik pemerintah dan yang non pemerintah) agar selalu menyenangkan untuk dikunjungi ,”ujarnya.

Selain itu ia menjelaskan semakin orang terliterasi dengan bacaan juga akan mempengaruhi wawasan dan pengetahuan sebagai “Duta Baca” untuk dirinya pribadi sudah merayakan peringatan hari Buku Internasional pada 23 April dengan membuka lapak di Area Taman Digulis.

“Hari ini, karna kebetulan juga bertepatan dengan bulan suci Ramadhan jadi saya kampayenya lewat media sosial,” ujarnya. Ia juga melihat saat ini minta literasi dan jumlah visitor perpustakaan semakin meningkat . Apalagi dengan didirikannya Perpustakaan Untan yang memang bangunannya menarik untuk dikunjungi. Dan ini menjadi trend baru lifestyle “ Harapannya semoga semakin meningkat minat visitingnya. Terlebih untuk Perpustakaan yang ada di Taman Kota,”imbuhnya.

Ia juga sangat mengapresiasi gerakan relawan baca yang turut andil dalam membangun perpustakaan seperti di area parklife dan juga ngelapak di tempat umum Kota Pontianak. Sehingga orang-orang sekarang banyak mendapat fasilitas yang mudah untuk mengakses bahan bacaan. Ia juga sangat gemar membaca seperti membaca novel, fiksi yang biasa hanya ia baca tiga hari selesai.

“Tapi kalau buku-buku puisi saya lebih suka menikmatinya jadi biasa diulang-ulang dan gak disentuh dulu sesuai mood. Kalau sekarang saya lagi baca buku karya anak Kalimanta Barat yang kualitasnya tidak kalah dari buku-buku terbitan mayor judulnya Bumi Ayu,”ujarnya.

Sumber: Tribun Pontianak Senin 20 Mei 2019