KEGIATAN pelatihan penulisan cerita rakyat dilaksanakan selama empat hari mulai 29 April sampai 2 Mei 2019. Dengan diikuti oleh enam puluh orang pelajar tingkat SMA sederajat. Yakni berasal dari SMA 1 Ngabang, SMA 2 Ngabang, SMA 3 Ngabang, SMA Maniamas, SMA Santo Thomas dan SMK Maniamas.

Seperti diungkapkan Musfeptial yang mewakili Kepala Balai Bahasa Kalbar, bahwa kegiatan pelatihan penulisan cerita rakyat dipusatkan di SMA 1 Ngabang. Adapun yang menjadi narasumber pada kegiatan tersebut adalah dirinya sendiri, dan dua peneliti sastra dari Balai Bahasa Kalbar Dewi Juliastuty dan Binar Febrianti.

Menurutnya kegiatan pelatihan penulisan cerita rakyat ini merupakan bentuk pembinaan, pengembangan serta penyelamatan bahasa dan sastra indonesia maupun daerah. Karena cerita rakyat sebagai kekayaan intelektual budaya bangsa perlu diwarisi kepada generasi muda. Apalagi cerita rakyat yang mengandung banyak nilai budaya bangsa dianggap sangat perlu diselamatkan sebagai bahan pengayaan pendidikan karakter bangsa.

“Hilang dan Punahnya cerita rakyat maka kita akan kehilangan tiga hal, pertama, hilanglah sebagian sejarah lisan masa lalu, hilangnya kecendikian masa lalu, serta yang ketiga hilangnya catatan sebagian kebudayaan masa lalu,”ungkapnya.

Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak Solamin sangat berterima kasih dan memberi apresiasi yang tinggi kepada Balai Bahasa Kalbar. “ Terima Kasih karena sangat serius dalam membantu dalam peningkatan mutu pembelajaran sastra di Kabupaten ini,”katanya.

Ia mengaku, Balai Bahasa Kalbar sudah beberapa kali memberikan pelatihan-pelatihan terkait sastra di daerah tersebut. Seperti yang lalu ada juga pelatihan musikalisasi puisi bagi siswa SMA/SMK se-Kabupaten Landak.” Selain itu kegiatan pelatihan penulisan cerita rakyat ini juga penting dalam usaha pelestarian cerita rakyat, sebagai budaya yang ada di Landak,”terangnya.

Solamin berharap kerja sama antara pihaknya dengan balai Bahasa kalbar bisa terus terjalin dengan baik. Sehingga upaya meningkatkan mutu penggunaan bahasa dan meningkatkan apresiasi siswa di bidang sastra bisa terus ditingkatkan.” Sinergitas ini sangat baik untuk kemajuan daerah, khusunya Landak,”pungkasnya.

Seperti diketahui, pada saat yang bersamaan Balai Bahasa Kalbar juga mengadakan kegiatan serupa di Kabupaten Sintang dan Mempawah. Di Sintan dilaksanakan kegiatan bimbingan teknis penulisan pantun, serta sebelumnya dilaksanakan kegiatan bimbingan komunitas baca. Sementara di Kabupaten Mempawah juga telah dilaksanakan kegiatan pelatihan musikalisasi puisi.

Sumber: Pontianak Post, Kamis, 2 Mei 2019