SEJAK akhir tahun 1919 di pontianak sudah terbit sebuah koran yang bernama Borneo Barat Bergerak.Terlampir sebuah bukti fotho copy halaman pertama tertanggal 3 November 1919. Sedangkan berikut jaman itu adalah Oestoesan Borneo terbitan hari sabtu,tertanggal 31 desember 1927.Kini sudah berusia 100 tahun.

Atas inisiatif PWI Kalbar dan DHD 45 kalbar membentuk panitia,yang diketuai Dr hendry jurnawan dan sekretaris Tengkuh Badarudin,SPT,MSi,maka tanggal 1 oktober 2019 diadakan seminar,dan hari jumaat tanggal 27 september 2019,ziarah ke makam tokoh pers kalbar,H.Ibrahim,juga Anjangsana ke pejuang kemerdekaan RI dan tokoh pers Kalbar,serta diisi sejumlah kegiatan sosial lainnya.

Dua tahun setelah kemerdekaan RI,pertengahan tahun 1947,muncul satu koran mandarin,bernama harian Li Ming Poa,terdapat dua tokoh sat itu tio weng seng dan Ng su hau memainkan peranan  sangat penting saat itu.Kemudian tahun 50 an muncul koran kedua harian seng pou.akhirnya kedua kioran berhenti terbit sekitar akhir tahun 50 an.

Saat itu koran sedikit ada foto,sampai pada tahun 70 an,kalau mau muat foto,harus dikirim ke jakarta buat plat,itu bolak balik harus menelan waktu hampir seminggu,tidak seperti sekarang hanya sekejab waktu gambar bisa diambil dari internet,sehinga tidak ada masalah mau ambil foto barusan kejadian atau foto dokumentasi lama,sedangkan puisi pertama ditulis oleh Gusti sulung lelanang pada tahun 1927 yang berjudul borneo tanahku sayang.

Sejak orde baru muncul sejumlah koran termasuk koran KAMI/KAPP koran mahasiswa pelajar.Ada beberapa tahun 70 an.awal ada harian akcaya,harian aneka karya post dan mingguan partisipadi,juga ada beberapa koran terbit hanya tidak beberapa umur panjang.

Kini abad 21,sejumlah koran masih berkibar antara lain pontianak post,rakyat kalbar,tribun pontianak,suara pimpred,berkat kapuas post dan kundian ribao,dan terbitan lainnya.

Sat kini dunia sudah banyak berubah,koran cetak sudah banyak disaingi koran online.Akibat kemajuan teknologi,lewat HP saja sudah baca berita,tidak usah lihat televisi,dan tungu koran hari esok,kenyataan dunia banyak koran gulung tikar,akibat dimana-man banyak muncul koran online,tapi kita percaya,satu abad koran cetak tetap eksis dan tidak tersaingi.

Sumber : Pontinak post