BESOROH berasal dari bahasa melayu Ngabang. Secara harfiah berarti berkunjung, menemui dan silaturahmi. Kegiatan ini merangkul sejumlah komunitas literasi di daerah-daerah ini berkumpul dan berdiskusi. Membahas berbagai hal seputar dunia literasi.

Kegiatan ini lebih banyak mengulas tentang buku, berbagai pengalaman menemukan dan membentuk komunitas serta berbagai kisah tentang lika-liku perjalanan komunitas. Kegiatan yang digagas Kalbar Membaca adalah agenda yang telah direncanakan pada 2018.

Menjadi rencana agenda Kalbar Membaca dan menerbit Enggang Media. Besoroh literasi tak hanya sekedar berkunjung, berdiskusi. Tetapi menggerakan literasi di daerah masing-masing. Bersama-sama menggagas dan memformulasikan gerakan-gerakan literasi lebih baik lagi di Kalimantan Barat.

“Kami bersoroh untuk menemui dan membawa bejana kosong yang nantinya akan diisi dengan berbagai pengetahuan, pengalaman dan strategi bagaimana menggerakan literasi di daerahnya masing-masing,”kata penggagas kegiatan, Varly Pay Sandi.

Pay menjelaskan, Besoroh literasi kali pertama di gelar di singkawang pada 10 Februari 2019. kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab pengiat literasi yang juga penggagas Kalbar Membaca bersama ketiga pengiat lainnya, Dadi Naang dan Ichan Coeploek.

“Besoroh Literasi yang dimulai di Singkawang yang digelar di Taman Burung menjadi monumen abadi bahwa Singkawang layak menjadi Kota Literasi,”katanya. Tidak ada konsep khusus dalam kegiatan ini. Di Singkawang Bersoroh Literasi hanya dilaksanakan ditempat terbuka dan beralas spanduk bekas. Namun semangat komunitas dan pengiat literasi cukup tinggi. Beragam komunitas ikut bergabung.

“Kegiatan pertama ini di hadiri oleh sahabat PUNK Blogger Singkawang, OI Singkawang, IKBS, Komunitas Penulis, dan teman-teman kreator lainnya,”jelas dia.

Menurut Varly gerakan membaca ini tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu menggandeng komunitas-komunitas membaca di daerah, seperti komunitas Singkawang Membaca, Sintang Membaca dan Komunitas Literasi Sanggau. Komunitas-komunitas ini, kata dia menjadi penguat literasi di daerah sehingga tidak hanya terfokus di kota saja. Komunitas ini juga rutin melakukan kampanye literasi, seperti membuka lapak baca dan sebagainya.

Usai di daerah, Besoroh Literasi juga akan digelar di Pontianak. Merangkul banyak komunitas dan pengiat literasi di Kota Khatulistiwa ini. Harapannya semakin banyak melahirkan gagasan-gagasan baru untuk kemajuan bersama melalui buku, tulisan.

Melalui semangat membaca dan menularkannya kepada masyarakat. Tak kalah pentingnya, komunitas-komunitas baca ini juga rutin membuka lapak baca. Menebar virus membaca bagi pengunjung-pengunjung di taman.

Sumber : Pontianak Post, Minggu 19 Februari 2019